mata-air
Ilustrasi Mata Air

Pada November 1994, ketika pihak sekutu-Amerika mengebom pelabuhan Pare-Pare, ketika Jepang mewajibkan setoran beras sebanyak 500 liter kepada setiap rumah, ada nasihat menarik yang diberikan seorang ayah pada anaknya.

Sore itu di daerah Lanrae, seorang anak sedang duduk termenung di depan rumah setelah mencari rumput. Tak berapa lama, ayah si anak datang mengajaknya pergi. Sang ayah melepaskan seekor kuda, dan menaikkan anaknya ke atas kuda itu. Mereka pun pergi menyusuri hutan dan berhenti di sebuah mata air. Airnya jernih, memantulkan bayangan setiap benda di sekelilingnya. Gemericiknya halus, menggoda setiap orang untuk singgah di sana.

Sang ayah pun menurunkan anak dari atas kuda, dan meletakkan kaki anaknya ke dalam air.

“Kamu senang?” Tanya sang ayah. Sang anak pun mengangguk sembari memainkan air dengan kakinya.

“Coba lihat sekeliling kamu,” pinta sang ayah.

Mata si anak pun segera menjelajah segala yang ada di sekitarnya. Tumbuh-tumbuhan yang tumbuh subur, bunga-bunga dengan berbagai warna, orang-orang yang sedang mengambil air, menjadi perhatiannya.

“Kamu tahu, kenapa semua tanaman di sini bisa tumbuh subur?” Tanya sang ayah.

“Karena dekat dengan air.”

“Benar,” kata sang ayah.

“Karena itu kamu harus jadi mata air,” lanjutnya

“Kalau kamu baik, semua yang ada di sekelilingmu juga akan baik. Kalau kamu kotor, semua yang ada di sekitarmu akan mati.”

Si anak pun mencoba memahami nasihat ayahnya.

“Coba kamu lihat, tanaman di sini tidak Cuma sejenis, kan?” Tanya sang ayah.

Si anak pun mengangguk. “Itu artinya mata air memberi kebaikan tanpa pilih-pilih,” lanjut sang ayah. Si anak pun tersenyum mengerti sambil memandang mata ayahnya.

———

Teman-teman semua, nasihat sang ayah di atas, menggambarkan bagaimana seharusnya kita bergaul dengan masyarakat yang ada di sekitar kita. Kita harus belajar menjadi mata air yang jernih. Mata air yang menyejukkan kehidupan tetangga-tetangga kita. Mata air yang menyegarkan, yang memberi semangat pada orang-orang di sekitar kita. Mata air yang menyuburkan, yang membantu kesejahteraan orang-orang di sekitar kita.

Menjadi mata air juga berarti menghadirkan manfaat untuk lingkungan di sekitar kita. Dan untuk bisa menjadi mata air, kita harus mengawali dengan perbaikan pada diri kita terlebih dahulu. Kita harus mulai belajar untuk ‘memusnahkan’ kebiasaan buruk yang kita lakukan. Belajar untuk memulai kebiasaan-kebiasaan baik yang mungkin sulit dan berat untuk kita lakukan. Kita juga harus belajar menambah kompetensi dan kapasitas kita. Juga belajar untuk membangun hubungan baik dengan orang-orang di sekitar kita.

*Cerita diambil dari Buku Rudy

Advertisements